Tau
gak sih rasanya ketika Anda di beri harapan dan itu ngebuat persaan Anda
rasanya seperti terbang ke langit ke tujuh :D oohhhh.... pengen deh rasanya
cepetan nyampe pada hari itu....
Dan
ternyata ketika belum nyampe pada hari itu, tiba-tiba si dia kabarin dan
ngebatalin semuanya...
Ohhhh...
Damn! I don’t like it.... hanya berusaha bersikap biasa aja ke dia, bilang aja
“ gapapa kok.. hehe”. Walaupun gitu, sebenarnya di balik kata ‘gapapa’ dan
‘hehe’ nya itu loh yang justru ada apa-apanya..
hufftttt
I’m
dissapointed L
and I wanna cry :’( I can’t telling my
feel now....
Udah
gak mau ngapa2in lagi.... bad mood rasanya....
Kenapa
harus terjadi ?
Kenapa
harus ada yang namanya harapan ?
Sempat
terfikir di benakku apa yang telah aku lihat bukanlah apa yang aku inginkan dan
semua perkataanmu itu adalah mimpi yang sedang terjadi dalam tidurku.
Namun
ternyata ketika esok hari datang dan akupun terbangun dari tidurku, perlahan
demi perlahan membayangkan hal tersebut dan mencoba untuk membukanya
kembali....
Ahhhh
siaaalllll ternyata itu bukan mimpi dan benar terjadi adanya.... pupuslah
harapanku untuk pergi bersamanya di hari itu....
Dari
situ aku mulai menyadari aku bukanlah orang yang pantas untuk menjadi teman
baiknya atau bahkan sahabatnya... dia lebih bahagia dan pantas bersama mereka,
bukan aku L
Aku
tau, aku sadar, dan aku paham dari mana asal diriku. Dan mungkin seperti inilah
diriku. Di abaikan ? udah biasa. Di cuekin ? udah biasa juga. Gak dianggap ?
nah, ini dia. Udah kebal malahan.
Sabar,
sabar, dan hanya bersabar. Selagi aku bisa sabar, aku sabar. Selagi aku bisa
pendam, aku pendam. Tapi ketika aku sudah mulai gak peduli, tolong jangan
tanya, kenapa ?
Ada
saatnya untuk mengabaikan di saat diri selalu diabaikan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar