3 Okt 2014

Kenapa Harus Terjadi ?

Tau gak sih rasanya ketika Anda di beri harapan dan itu ngebuat persaan Anda rasanya seperti terbang ke langit ke tujuh :D oohhhh.... pengen deh rasanya cepetan  nyampe pada hari itu....

Dan ternyata ketika belum nyampe pada hari itu, tiba-tiba si dia kabarin dan ngebatalin semuanya...
Ohhhh... Damn! I don’t like it.... hanya berusaha bersikap biasa aja ke dia, bilang aja “ gapapa kok.. hehe”. Walaupun gitu, sebenarnya di balik kata ‘gapapa’ dan ‘hehe’ nya itu loh  yang justru ada apa-apanya.. hufftttt

I’m dissapointed L and I wanna cry :’(  I can’t telling my feel now....
Udah gak mau ngapa2in lagi.... bad mood rasanya....

Kenapa harus terjadi ?

Kenapa harus ada yang namanya harapan ?

Sempat terfikir di benakku apa yang telah aku lihat bukanlah apa yang aku inginkan dan semua perkataanmu itu adalah mimpi yang sedang terjadi dalam tidurku.

Namun ternyata ketika esok hari datang dan akupun terbangun dari tidurku, perlahan demi perlahan membayangkan hal tersebut dan mencoba untuk membukanya kembali....
Ahhhh siaaalllll ternyata itu bukan mimpi dan benar terjadi adanya.... pupuslah harapanku untuk pergi bersamanya di hari itu....

Dari situ aku mulai menyadari aku bukanlah orang yang pantas untuk menjadi teman baiknya atau bahkan sahabatnya... dia lebih bahagia dan pantas bersama mereka, bukan aku L

Aku tau, aku sadar, dan aku paham dari mana asal diriku. Dan mungkin seperti inilah diriku. Di abaikan ? udah biasa. Di cuekin ? udah biasa juga. Gak dianggap ? nah, ini dia. Udah kebal malahan.
Sabar, sabar, dan hanya bersabar. Selagi aku bisa sabar, aku sabar. Selagi aku bisa pendam, aku pendam. Tapi ketika aku sudah mulai gak peduli, tolong jangan tanya, kenapa ?


Ada saatnya untuk mengabaikan di saat diri selalu diabaikan!