22 Jun 2014

Ketulusan di bayar kekecewaan

Ketika sebuah ketulusan telah di permainkan. Ketika sebuah ketulusan telah disia-siakan dan ketika sebuah ketulusan hanyalah menjadi sebuah kata yang tak bermakna apapun. Ketika ketulusan itu dimanfaatkan, apakah masih bisa disebut dengan ketulusan ?? Terkadang ketulusan itu dapat membuat orang lain tersenyum dan bahagia karenanya. Namun dapatkah ketulusan  itu selalu baik ??? Jika iya, mengapa hal ini bisa terjadi ??! Mengapa ketulusan ini harus dibayar dengan sebuah kata yang disebut "kekecewaan" ? Akibatnya, apa yang dirasakan ?? Perasaan ini begitu hancur, pedih, sakit. Mulut membisu dan sudah tak bisa lagi mengungkapkan apa yang hati ini rasakan. Semua berkecamuk jadi satu.... Aku sudah tak mampu berkata apapun lagi. Semuanya sudah cukup, dan cukup mengerti bahwa setiap sifat seseorang bisa diketahui seiring dengan berjalannya waktu. Dari ini semua, bisa terlihat dimana letak ketulusan yang sebenarnya dan mana yang hanya sandiwara belaka.

Tidak ada komentar: